Jumlah Pesantren di Riau Tembus 550 Unit, Pemprov Perkuat Dukungan Pendidikan Islam

SEPUTARRIAU.COM Perkembangan pendidikan Islam di Provinsi Riau terus menunjukkan kemajuan positif. Peningkatan jumlah pondok pesantren, madrasah, tenaga pendidik, hingga peserta didik menjadi bukti kuatnya peran pendidikan berbasis keagamaan.

Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat dukungan terhadap pendidikan Islam. Pemprov Riau menjalankan berbagai program melalui kebijakan, pembinaan, dan kerja sama dengan sejumlah pihak.

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, mengatakan pemerintah daerah memiliki komitmen besar terhadap perkembangan pondok pesantren.

Menurutnya, Pemprov Riau telah menghadirkan sejumlah kebijakan untuk mendukung keberlangsungan lembaga pendidikan Islam di daerah.

“Pemerintah Provinsi Riau sangat berkomitmen, bersinergi, dan memberikan perhatian besar terhadap perkembangan pondok pesantren. Riau juga menjadi salah satu provinsi di luar Pulau Jawa yang memiliki regulasi khusus terkait pesantren,” ujar Zulkifli.

Jumlah Pesantren Riau Capai 550 Lembaga

Zulkifli menjelaskan jumlah pondok pesantren di Riau terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2020, Riau hanya memiliki sekitar 260 hingga 280 pondok pesantren.

Namun, perkembangan tersebut terus meningkat. Kini jumlah pesantren di Riau telah mencapai lebih dari 550 unit yang tersebar di berbagai daerah.

Menurut Zulkifli, peningkatan jumlah pesantren harus berjalan bersama penguatan tata kelola. Selain itu, pemerintah juga perlu memperkuat pembinaan dan kolaborasi lintas sektor.

Karena itu, Pemprov Riau terus menyempurnakan regulasi agar pesantren memperoleh dukungan yang lebih optimal.

Pemprov Riau Perkuat Regulasi Pendidikan Pesantren

Pemprov Riau telah menerbitkan Peraturan Daerah tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren pada 2024.

Setelah itu, pemerintah daerah menyusun Peraturan Gubernur serta petunjuk teknis untuk mendukung pembinaan dan kerja sama dengan pondok pesantren.

Zulkifli mengatakan kebijakan tersebut menjadi bentuk keseriusan pemerintah dalam memperkuat kesetaraan antara sekolah umum dan pesantren.

“Bapak Pelaksana Tugas Gubernur Riau berharap tidak ada lagi perbedaan antara sekolah umum dengan pondok pesantren. Kami telah mewujudkannya melalui Perda tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren,” jelasnya.

DPR RI Apresiasi Peran Pendidikan Islam di Riau

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi VIII, Ansory Siregar, mengapresiasi perkembangan pendidikan Islam di Provinsi Riau.

Menurutnya, pondok pesantren dan madrasah memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang berkarakter, religius, dan memiliki daya saing.

Selain itu, ia menilai nilai keislaman telah menjadi bagian dari budaya Melayu Riau. Oleh sebab itu, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan.

Pesantren juga menjadi tempat pembinaan akhlak, penguatan tradisi keilmuan Islam, serta penjaga identitas budaya masyarakat.

Ratusan Ribu Peserta Didik Menempuh Pendidikan Islam

Saat ini, Provinsi Riau memiliki 598 Raudhatul Athfal (RA), 522 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 713 Madrasah Tsanawiyah (MTs), 398 Madrasah Aliyah (MA), dan satu Madrasah Aliyah Kejuruan.

Seluruh lembaga tersebut mendapat dukungan dari 24.746 tenaga pendidik. Jumlah peserta didik yang mengikuti pendidikan madrasah mencapai 246.549 orang.

Sementara itu, sektor pesantren memiliki 550 pondok pesantren dengan 5.542 ustaz dan ustazah. Mereka membina sebanyak 88.538 santri yang tersebar di kabupaten dan kota di Riau.

Melihat perkembangan tersebut, pendidikan Islam menjadi salah satu sektor penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Riau.

Pemerintah Provinsi Riau bersama berbagai pihak akan terus memperkuat kolaborasi agar pendidikan Islam mampu mencetak generasi yang unggul secara akademik dan memiliki nilai keagamaan yang kuat.

Leave Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *