SF Hariyanto Sebut Program MBG Berpengaruh pada Rendahnya Retribusi Daerah Riau

SEPUTARRIAU.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut memengaruhi rendahnya realisasi penerimaan retribusi daerah di Provinsi Riau sepanjang 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan SF Hariyanto saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Riau di Pekanbaru, Senin (22/6/2026). Ia merespons pandangan Ketua Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi Pajak Daerah DPRD Riau, Abdullah, terkait capaian retribusi daerah yang masih rendah.

Menurut SF Hariyanto, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berdampak pada aktivitas ekonomi di lingkungan sekolah. Kondisi itu membuat sejumlah kantin sekolah kehilangan pembeli dan menghentikan operasionalnya.

“Untuk retribusi yang progresnya masih kecil, salah satu penyebabnya adalah dampak dari program MBG. Siswa sudah mendapatkan makan dan minum sehingga banyak kantin sekolah yang tutup,” kata SF Hariyanto.

Aktivitas Kantin Sekolah Mulai Menurun

SF Hariyanto menjelaskan bahwa keberadaan kantin sekolah selama ini ikut berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Banyak pelaku usaha kecil menggantungkan pendapatan mereka dari kegiatan jual beli di lingkungan sekolah.

Ketika Program Makan Bergizi Gratis berjalan, kebutuhan konsumsi siswa sebagian besar terpenuhi dari program tersebut. Akibatnya, jumlah pembeli di kantin sekolah mengalami penurunan.

Menurutnya, perubahan pola konsumsi itu ikut memengaruhi perputaran ekonomi di sejumlah sekolah. Dampak tersebut kemudian berpengaruh terhadap penerimaan retribusi yang berkaitan dengan aktivitas usaha.

Meski demikian, SF Hariyanto menegaskan bahwa pemerintah terus mencari solusi agar aktivitas ekonomi di sekolah tetap berjalan.

Pemprov Riau Dukung Pemberdayaan Kantin Sekolah

SF Hariyanto mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengambil langkah untuk menghidupkan kembali aktivitas kantin sekolah.

Melalui kebijakan baru, pemerintah mendorong sekolah agar kembali memberdayakan kantin yang selama ini menjadi sumber penghasilan bagi banyak pelaku usaha kecil.

Ia berharap kebijakan tersebut dapat menciptakan keseimbangan antara pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dan keberlangsungan usaha masyarakat.

“Alhamdulillah sekarang ada kebijakan untuk memberdayakan kembali kantin-kantin sekolah. Mudah-mudahan aktivitas ekonomi bisa kembali tumbuh dan berdampak positif terhadap penerimaan daerah,” ujarnya.

Menurut SF Hariyanto, keberadaan kantin sekolah tidak hanya melayani kebutuhan siswa. Kantin juga menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi lokal yang perlu dijaga.

DPRD Soroti Rendahnya Realisasi Retribusi Daerah

Sebelumnya, Ketua Pansus Optimalisasi Pajak Daerah DPRD Riau, Abdullah, menyoroti capaian retribusi daerah yang masih jauh dari target.

Ia menyebut realisasi retribusi daerah hingga pertengahan 2026 baru mencapai sekitar 25 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.

Pemerintah Provinsi Riau menargetkan penerimaan retribusi daerah sebesar Rp12 miliar sepanjang tahun ini. Namun hingga memasuki semester pertama, capaian tersebut belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Abdullah menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari seluruh organisasi perangkat daerah yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan retribusi.

Capaian Riau Tertinggal dari Sumatera Barat

Dalam rapat paripurna tersebut, Abdullah juga membandingkan capaian retribusi Provinsi Riau dengan Provinsi Sumatera Barat.

Menurutnya, Sumatera Barat mampu mencatatkan penerimaan retribusi yang jauh lebih tinggi dibandingkan Riau pada periode yang sama.

“Selama enam bulan ini capaian kita baru sekitar 25 persen dari target Rp12 miliar. Sementara Sumatera Barat mampu memperoleh retribusi hingga Rp22 miliar,” kata Abdullah.

Data tersebut menunjukkan masih adanya ruang yang cukup besar bagi Pemerintah Provinsi Riau untuk meningkatkan penerimaan daerah dari sektor retribusi.

Abdullah berharap pemerintah dapat menyusun strategi baru agar target penerimaan daerah dapat tercapai hingga akhir tahun anggaran.

Pemerintah Siapkan Langkah Perbaikan

Menanggapi kondisi tersebut, SF Hariyanto memastikan pemerintah tidak tinggal diam. Pemprov Riau terus mengevaluasi berbagai sektor yang berkontribusi terhadap penerimaan daerah.

Pemerintah juga berupaya mencari sumber-sumber pendapatan baru yang berpotensi meningkatkan retribusi daerah. Selain itu, sejumlah kebijakan akan diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.

SF Hariyanto optimistis penerimaan daerah dapat meningkat apabila seluruh pihak bekerja sama menjalankan program yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

Ia berharap pemberdayaan kembali kantin sekolah mampu menjadi salah satu langkah untuk memperbaiki kondisi tersebut. Dengan meningkatnya aktivitas usaha di lingkungan sekolah, roda ekonomi masyarakat dapat kembali bergerak dan memberikan kontribusi terhadap penerimaan daerah.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Riau menargetkan kinerja retribusi daerah dapat membaik pada semester berikutnya sehingga target yang telah ditetapkan bisa tercapai secara maksimal.

Leave Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *