Pemprov Riau Gratiskan Sekolah Swasta bagi Siswa Jalur Afirmasi, SF Hariyanto Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

SEPUTARRIAU.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga akses pendidikan bagi seluruh anak di Provinsi Riau. Karena itu, Pemprov Riau terus mencari solusi agar setiap siswa tetap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Menurut SF Hariyanto, keterbatasan kuota sekolah negeri maupun faktor ekonomi tidak boleh menjadi alasan seorang anak berhenti sekolah. Oleh sebab itu, pemerintah menghadirkan program SPMB Sekolah Swasta Jalur Afirmasi sebagai alternatif bagi siswa yang belum memperoleh kursi di sekolah negeri.

Pemprov Riau Perluas Akses Pendidikan Melalui Jalur Afirmasi

Program SPMB Sekolah Swasta Jalur Afirmasi menjadi salah satu langkah nyata Pemprov Riau dalam memperluas akses pendidikan. Melalui program ini, siswa dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan untuk bersekolah tanpa terbebani biaya pendidikan.

Selain itu, pemerintah juga menggandeng puluhan SMA dan SMK swasta di berbagai daerah. Dengan demikian, daya tampung siswa dapat meningkat dan angka putus sekolah dapat ditekan.

“Pemerintah Provinsi Riau hadir untuk memastikan tidak ada anak Riau yang putus sekolah hanya karena terkendala biaya. Melalui jalur afirmasi di sekolah swasta, kita membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa bersekolah,” ujar SF Hariyanto di Pekanbaru, Kamis (25/6/2026).

Lebih lanjut, ia menilai pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan daerah. Karena itu, pemerintah terus mendorong kolaborasi antara sekolah negeri dan sekolah swasta.

Jalur Afirmasi Prioritaskan Siswa Kurang Mampu

Jalur afirmasi memberikan prioritas kepada siswa yang berasal dari keluarga prasejahtera. Tak hanya itu, program tersebut juga membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas serta siswa yang belum lolos pada pilihan terakhir sekolah negeri.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Riau terus melakukan pendataan untuk memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran. Langkah tersebut sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Riau tahun 2025 menunjukkan masih ada lulusan SMP yang tidak melanjutkan pendidikan ke SMA atau SMK. Selain faktor ekonomi, keterbatasan akses pendidikan juga menjadi tantangan di sejumlah daerah.

Karena itu, Pemprov Riau mengajak sekolah swasta untuk berperan aktif sebagai mitra pembangunan pendidikan. Dengan kerja sama tersebut, pemerintah berharap lebih banyak siswa dapat melanjutkan sekolah.

“Saya mengajak sekolah swasta untuk ikut berkontribusi mencerdaskan generasi muda. Jalur afirmasi ini menjadi bentuk nyata kolaborasi dunia pendidikan dalam membantu anak-anak Riau memperoleh masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Pemprov Riau Siapkan BOSDA untuk Tiga Tahun Pendidikan

Untuk memperkuat program afirmasi, Pemprov Riau menyiapkan tambahan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Dana tersebut akan membantu sekolah swasta yang menerima siswa melalui jalur afirmasi.

Selain meringankan beban sekolah, bantuan itu juga memastikan peserta didik dapat menyelesaikan pendidikan hingga lulus. Dengan demikian, siswa tidak perlu khawatir terhadap biaya pendidikan selama masa belajar.

SF Hariyanto menjelaskan bahwa pemerintah ingin menciptakan kesempatan yang setara bagi seluruh anak di Riau. Oleh karena itu, dukungan pembiayaan menjadi bagian penting dalam kebijakan tersebut.

“Kami menyiapkan bantuan pendidikan melalui BOSDA selama tiga tahun masa belajar siswa. Dengan langkah ini, seluruh anak di Riau memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan,” katanya.

Di samping itu, program tersebut juga mendukung Prioritas Nasional Wajib Belajar 13 Tahun yang terus didorong pemerintah pusat.

Kuota Jalur Afirmasi Capai 2.179 Siswa

Pemprov Riau menyediakan kuota sebanyak 2.179 siswa pada program SPMB SMA dan SMK Swasta Jalur Afirmasi Tahun Ajaran 2026/2027.

Adapun kuota tersebut terdiri dari 424 kursi untuk SMA swasta dan 1.755 kursi untuk SMK swasta. Selanjutnya, sekolah-sekolah yang terlibat akan menerima peserta didik sesuai kapasitas masing-masing.

Dengan jumlah kuota yang cukup besar, pemerintah berharap semakin banyak siswa dapat melanjutkan pendidikan. Bahkan, program ini menjadi salah satu upaya terbesar Pemprov Riau dalam memperluas akses pendidikan menengah.

Daftar SMA Swasta Jalur Afirmasi di Riau

Beberapa SMA swasta yang membuka penerimaan jalur afirmasi antara lain:

  • SMA Advent Pekanbaru (40 siswa)
  • SMA Plus Bina Bangsa (30 siswa)
  • SMA Handayani (30 siswa)
  • SMA PGRI Pekanbaru (10 siswa)
  • SMA Plus Terpadu (100 siswa)
  • SMA Smart Indonesia (40 siswa)
  • SMA Setia Dharma (10 siswa)
  • SMA Lancang Kuning Dumai (30 siswa)
  • SMA Advent Pasir Putih Kampar (60 siswa)
  • SMA Persada Pebenaan Indragiri Hilir (29 siswa)
  • SMA Muhammadiyah Seberida Indragiri Hulu (35 siswa)
  • SMA Islam Darul Huda Lirik Indragiri Hulu (10 siswa)

Daftar SMK Swasta Jalur Afirmasi di Riau

Sementara itu, sejumlah SMK swasta juga ikut mendukung program afirmasi pendidikan yang dijalankan Pemprov Riau.

Berikut daftar sekolah yang membuka kuota penerimaan siswa:

  • SMK Bina Profesi Pekanbaru (150 siswa)
  • SMK 5 Agustus Pekanbaru (80 siswa)
  • SMK Yabri Terpadu (50 siswa)
  • SMK Dwi Sejahtera (30 siswa)
  • SMK Tunas Karya Pekanbaru (20 siswa)
  • SMK PGRI Pekanbaru (10 siswa)
  • SMK Kesehatan Pro Skill Pekanbaru (25 siswa)
  • SMK Kansai Pekanbaru (250 siswa)
  • SMK Keuangan Pekanbaru (100 siswa)
  • SMK Akbar Pekanbaru (100 siswa)
  • SMK Migas Teknologi Pekanbaru (40 siswa)
  • SMK Migas Bumi Melayu Riau (90 siswa)
  • SMK Dirgantara Riau (80 siswa)
  • SMK Teknologi Riau (10 siswa)
  • SMK Plus Terpadu (100 siswa)
  • SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru (50 siswa)
  • SMK Setia Dharma (10 siswa)
  • SMK Siantika Pekanbaru (50 siswa)
  • SMK IT Al Hisa (50 siswa)
  • SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru (25 siswa)
  • SMK YKWI Pekanbaru (30 siswa)
  • SMK Multi Mekanik Makmur Pekanbaru (30 siswa)
  • SMK Telkom Pekanbaru (10 siswa)
  • SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru (5 siswa)
  • SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru (14 siswa)
  • SMK 1 Perbankan Duri (75 siswa)
  • SMK Korpri Duri (100 siswa)
  • SMK Global Cendekia Kampar (20 siswa)
  • SMK Muhammad Yunus Rokan Hilir (60 siswa)
  • SMK Farmasi Ikasari Dumai (36 siswa)

Pemprov Riau Ingin Seluruh Anak Tetap Bersekolah

Melalui program jalur afirmasi ini, Pemprov Riau ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan. Dengan dukungan sekolah swasta, pemerintah berharap tidak ada lagi siswa yang gagal melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya.

Pada akhirnya, keberhasilan program ini tidak hanya membantu peserta didik, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia di Riau. Oleh sebab itu, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung pemerataan pendidikan di masa mendatang.

Leave Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *